JAKARTA, — Jagat media sosial kembali dihebohkan dengan pengakuan mengejutkan dari seorang laki-laki yang mengaku menjadi korban pelecehan seksual oleh seorang figur publik yang berprofesi sebagai presenter televisi.
Dengan modus berpura-pura sedang mendalami ilmu terapis, oknum presenter tersebut diduga melakukan tindakan asusila terhadap korban di sebuah kamar kost.
Kejadian yang menyisakan trauma mendalam ini baru berani diungkapkan oleh korban ke publik dengan harapan adanya keadilan dan agar tidak ada korban lain yang berjatuhan.
Hubungan antara korban dan pelaku sebenarnya sudah terjalin cukup lama.
Korban menceritakan bahwa ia pertama kali mengenal sang presenter pada tahun 2017 atau 2018 silam. Saat itu, korban masih bekerja sebagai sales produk rokok dan tidak sengaja bertemu pelaku di kawasan Blok M, Jakarta Selatan.
“Gue lagi kerja muter-muter di Blok M, enggak sengaja ketemu orang ini bersama tiga rekannya yang berprofesi sama. Semuanya perempuan, kecuali dia,” kenang korban.
Pertemuan itu berlanjut dengan perkenalan santai dan saling mengikuti di media sosial Instagram. Selama bertahun-tahun, komunikasi mereka terbilang normal tanpa ada gelagat mencurigakan.
Petaka terjadi pada sekitar April atau Mei 2021. Korban yang saat itu sudah membuka usaha coffee shop di daerah Kemanggisan mencoba menawarkan produk hampers kopinya kepada sang presenter. Pelaku setuju untuk membeli, namun dengan syarat “barter” jasa.
Pelaku meminta bantuan korban untuk menjadi model praktik tugas kursus terapis yang diakuinya sedang ia jalani.
Pelaku berdalih harus mengirimkan video praktik kepada gurunya yang berada di Lampung.
“Dia bilang, ‘Kalau mau antar hampers-nya sendiri aja ya, kan lu mau bantuin tugas gue. Enggak enak nanti kalau lu bawa orang, takutnya gue enggak leluasa karena baru belajar’,” ujar korban menirukan ucapan pelaku.
Karena merasa sudah kenal lama dan menganggap pelaku orang baik, korban pun menyetujui permintaan tersebut tanpa rasa curiga. (SCM)

