Maret 13, 2026

RATUSAN PELAKU UMKM MENOLAK BAZAR RAMADAN ZONA B TAMAN GURINDAM 12 DI KELOLA “AYU DAN YUSUF”

TANJUNGPINANG, — Kesal aspirasi mereka tak di dengar, sebanyak 250 UMKM di Zona C taman gurindam 12 Tanjungpinang, menolak bazar ramadan 1447 H di kawasan penghijauan Zona B, depan gedung Deskranada Kepri, tepi laut Tanjungpinang, Jumat malam,(20/1/2026)

250 pelaku UMKM, dengan tegas menolak adanya bazar UMKM bersifat komersil, di kegiatan KURMA 2026, dilahan taman gurindam 12 yang dibangun dari uang rakyat sekitar Rp 700 Miliar.

Ratusan pelaku UMKM zona C, turut menolak pengelola bazar Ramadhan berinisial Ayu dan Yusuf, suami dari anggota DPRD Kota Tanjungpinang Maiyanti, dan Bapak dari anggota DPRD Kepri , Clara Claudia Damayu Lase, Sip dari partai Gerinda di kegiatan KURMA 2026.

RT 01 Kelurahan Kota Tanjungpinang Yuni,mengaku kecewanya dengan Kadis Parawisata Kepri Hasan ,S Sos dengan enteng merangkul vendor dari luar seperti Ayu dan Yusuf, membuka bazar ramadhan di kegiatan KURMA 2026 di depan halaman gedung Dekranasda. Dimana sesuai kesepakatan gubernur Ansar Ahmad tertanggal 2 Oktober 2025, dihadapan sejumlah Kadis Kepri dilarang mengunakan kawasan zona A dan B mengadakan bazar UMKM tanpa merangkul pelaku UMKM di zona C,”Ungkap ibu RT 01 Yuni kepada awak media.

Ayu dan Yusuf itu siapa…? Masih belum kayakah dari penghasilan istri dan anaknya seorang anggota DPRD dari partai Gerinda ujuk-ujuk membuka bazar UMKM, mendompleng kegiatan KURMA RAMADHAN 2026.

“Jangan mentang-mentang,punya akses di kalangan pejabat Pemprov Kepri, 250 pelaku UMKM di taman gurindam 12 di tindas semena-mena, di komersil kan dengan cara kotor untuk pendapatan kepentingan pribadi dan kelompoknya,” Ucap Yuni.

Sementara Boru, warga Jalan Hang Tuah kawasan taman gurindam 12 turut menolak kegiatan bazar ramadan di zona B, di kelola Ayu dan Yusuf, suami anggota DPRD Tanjungpinang dari Partai Gerinda.

Mereka buka bazar di zona B, kami akan trobos masuk semua, ” Kami mendukung kegiatan KURMA 2026 Pemprov Kepri selama bulan suci ramadan 1447 H. Namun kami tidak mendukung bazar UMKM mereka bersifat komersil.

“Enak saja mereka mau buka bazar di zona B taman gurindam 12. Apalagi katanya yang berjualan di zona B harus membayar Rp 40.000 / perhari, sebulan Rp 1,2 Juta rupiah dilahan ratusan miliar dibangun dari pajak uang rakyat,”Ungkapnya dengan nada kesal.

Sementara Kadis Pariwisata Kepri,Hasan, S,Sos bertemu 250 pelaku UMKM taman gurindam 12 tak bisa berbuat apa-apa penolakan mereka. Menurutnya hal ini biasa meskipun pro dan kontra, di halaman gedung Deskranada Kepri.

Pantauan Cucus.id, tokoh masyarakat Zulkifli Irawan dan ratusan pelaku UMKM meninggalkan Kadis Parawisata Kepri Hasan membubarkan diri. ( Red )

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *