TANJUNGPINANG, — Tunjangan Penghasilan Pegawai (TPP) bagi guru ASN di lingkungan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau belum juga dicairkan. Kondisi ini menimbulkan keresahan di kalangan guru, terlebih karena berdasarkan informasi yang berkembang, TPP ASN di lingkungan Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau telah dicairkan lebih dahulu pada pekan lalu.
Sejumlah guru yang meminta identitasnya dirahasiakan menyampaikan kekecewaan atas lambannya proses pencairan tersebut. Mereka menilai persoalan keterlambatan TPP guru hampir selalu terjadi setiap awal tahun, seolah menjadi pola berulang yang tidak pernah dibenahi secara serius.
“Kami tidak menuntut lebih. Kami hanya meminta hak kami dibayarkan tepat waktu dan diperlakukan adil sebagai sesama ASN,” ujar salah satu guru.
Keterlambatan ini dinilai sangat memberatkan karena bertepatan dengan persiapan menyambut bulan Ramadan, di mana kebutuhan rumah tangga cenderung meningkat. Bagi guru, TPP bukan sekadar tambahan, melainkan bagian penting dari perencanaan keuangan keluarga.
Para guru juga mempertanyakan mengapa proses administrasi untuk TPP guru terkesan lebih lambat dibanding ASN lainnya di lingkungan provinsi yang sama. Hal ini memunculkan persepsi adanya ketidakadilan dalam tata kelola pencairan hak pegawai.
Apabila dalam waktu dekat tidak ada kejelasan resmi maupun kepastian jadwal pencairan, para guru menyatakan akan menyampaikan aspirasi secara langsung kepada Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad. Langkah ini dipertimbangkan sebagai bentuk upaya mencari kejelasan dan perlindungan atas hak-hak guru sebagai aparatur sipil negara.
Guru berharap pemerintah provinsi dapat segera melakukan evaluasi terhadap kinerja pihak-pihak yang bertanggung jawab dalam pengelolaan TPP, agar persoalan keterlambatan yang berulang ini tidak terus terjadi setiap tahun.
Guru adalah pilar utama pendidikan daerah. Sudah sepatutnya kesejahteraan dan hak administratif mereka dikelola secara profesional, transparan, dan tepat waktu.
Sementara Kadis Pendidikan Kepri Andi Agung sulit di konfirmasi dan di temui di kantornya hingga berita ini diterbitkan. ( Red )

