Maret 13, 2026

KEPALA KEMENAG DAN WAKIL WALIKOTA TANJUNGPINANG KE MASJID NURUL HUDA DI KAMPUNG KARANG REJO

TANJUNGPINANG, — Setelah hampir sepuluh tahun tak tersentuh agenda resmi Safari Ramadan, Masjid Nurul Huda di Jalan Satria, Kampung Karang Rejo, Kelurahan Pinang Kencana, Kecamatan Tanjungpinang Timur, akhirnya kembali menjadi titik singgah pemimpin daerah. Selasa malam (03/03/2026), momen bersejarah itu tercatat dalam kalender Ramadan 1447 Hijriah.

Kehadiran Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah bersama Wakil Wali Kota Tanjungpinang Raja Ariza dalam agenda Safari Ramadan 1447 Hijriah Pemerintah Kota Tanjungpinang menjadi sinyal kuat bahwa denyut pemerintahan kini kembali diarahkan hingga ke simpul-simpul masyarakat tingkat kelurahan.

Turut mendampingi dalam rombongan tersebut, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Tanjungpinang, Erizal, Sekretaris Daerah Zulhidayat, jajaran staf ahli, para asisten, kepala perangkat daerah, unsur Forkopimda, Camat Tanjungpinang Timur, serta Lurah Pinang Kencana.

Masjid Nurul Huda bukan sekadar bangunan ibadah. Bagi warga Karang Rejo, masjid ini adalah pusat kehidupan sosial dan spiritual. Namun selama kurang lebih satu dekade, tempat ini tak pernah masuk dalam daftar kunjungan resmi Safari Ramadan Wali Kota.

Malam itu, suasana berbeda terasa. Jemaah memadati saf, wajah-wajah penuh harap menyambut kedatangan orang nomor satu di Kota Gurindam.
Dalam sambutannya, Lis Darmansyah menegaskan, kehadirannya bukan sekadar seremoni.

“Alhamdulillah, malam ini saya bersama Wakil Wali Kota dan seluruh jajaran Pemko Tanjungpinang dapat kembali hadir di Masjid Nurul Huda. Ini bagian dari komitmen kami untuk mempererat silaturahmi dan memastikan pemerintah benar-benar hadir di tengah masyarakat,” tegasnya.

Pernyataan itu disambut anggukan jemaah. Sebuah kalimat sederhana, namun sarat pesan politik pelayanan.

Lis menekankan, Safari Ramadan bukan hanya tradisi keagamaan rutin. Agenda ini menjadi ruang dialog langsung antara pemerintah dan warga.

Satu per satu pejabat yang hadir diperkenalkan kepada masyarakat. Sebuah langkah yang jarang dilakukan secara detail dalam forum seremonial.

“Kami ingin masyarakat mengenal pejabat yang bertanggung jawab di bidangnya masing-masing. Jika ada persoalan, komunikasi bisa lebih cepat,” ujarnya.

Langkah ini dinilai sebagai upaya membangun transparansi dan mendekatkan birokrasi dengan masyarakat akar rumput.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota menyerahkan bantuan simbolis kepada Masjid Nurul Huda sebagai bagian dari Program Safari Keagamaan 2026. Bantuan itu diharapkan menopang operasional dan kegiatan syiar Islam di lingkungan setempat.

Ceramah singkat yang disampaikan Ustaz Zulfan Efendi memperkuat nuansa malam itu. Ia menekankan pentingnya silaturahmi sebagai fondasi persatuan, terutama antara umat dan pemimpinnya.

Usai kegiatan, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Tanjungpinang, Erizal, menegaskan bahwa Safari Ramadan tahun ini memiliki makna strategis.

Menurutnya, kehadiran langsung Wali Kota dan jajaran bukan hanya memperkuat hubungan emosional, tetapi juga menjadi bukti nyata bahwa pembangunan keagamaan berjalan seiring dengan pembangunan daerah.

“Safari Ramadan ini bukan sekadar kunjungan. Ini adalah simbol sinergi antara pemerintah daerah dan Kementerian Agama dalam membangun masyarakat yang religius, harmonis, dan berdaya serta berdampak,” ungkap Erizal.

Ia menambahkan, Ramadan harus menjadi momentum memperkuat kolaborasi lintas sektor demi menciptakan pelayanan keagamaan yang lebih responsif dan menyentuh kebutuhan umat, jelas Erizal.

Perwakilan Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Nurul Huda menyampaikan rasa syukur atas kunjungan yang telah lama dinantikan.

“Setelah sekian lama, akhirnya Masjid Nurul Huda kembali dikunjungi Wali Kota. Ini kebanggaan bagi kami dan menjadi motivasi untuk terus memakmurkan masjid,” ujarnya.

Safari Ramadan malam itu tak sekadar agenda protokoler. Ia menjelma menjadi simbol rekonsiliasi jarak antara pemimpin dan rakyat, antara kebijakan dan kebutuhan, antara janji dan kehadiran nyata.

Dan di Masjid Nurul Huda, satu dekade penantian akhirnya terjawab.(y/ Red)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *