TANJUNJPINANG, — Menjelang Musda V Ketua DPD Golkar Kepri di Kota Tanjungpinang Kepulauan Riau, suasananya di kantor DPD Golkar Kepri terlihat sepi dan sunyi.
Suara jangkrik terdengar kenceng menjelang magrib, di pojok ruko, di kawasan Bintan Center.
Para calon kandidat yang sebelumnya ramai menjelang akhir tahun 2025 lalu, Hari ini, Senin malam, (20/4/2026) berbeda sekali.
Bahkan para kandidat sebelumnya malah fokus kongkow-kongkow dan menikmati aktevitas di luar bercanda ria tertawa-tertiwi.
Sementara itu, Jelang Musda V Golkar Kepri, tanggal 21 April 2026, di jalan protokol Ibu Kota Tanjungpinang-pun tak begitu banyak terlihat baleho, spanduk, umbul-umbul Partai Golkar.
Salah seorang kader senior Golkar di tanya kenapa sepinya kandidat Musda V Ketua DPD Golkar Kepri saat ini, dia enggan menjelaskan apa sebabnya. “Kamu lebih tahulah dek sambil berlalu”.
Kader senior itu hanya tersenyum, dan malah menyarankan tanyakan ke kader Golkar yang lain aja dek. Nanti saya salah sebut, kenapa dua kandidat Musda V sebelumnya ramai yang maju akhir tahun 2025 lalu, kini mereka Hengkang..? Jelas yah dek,” Ucapnya.
Sedangkan kader Golkar lainnga juga tak mau berkomentar, yang jelas hari ini hanya satu calon kandidat Musda V yang maju bung Ade Angga, Ketua Kadin Tanjungpinang.
” Kami tak enak bang ngasih statmen terkait Musda V Ketua DPD Golkar Kepri.kita lihat saja besok, Berjalan mulus tidak atau melawan kotak kosong,” Ucapnya.
Semakin dekat Musda V ketua DPD Golkar Kepri di Tanjungpinang, selintingan kandidat lain enggan maju, ada indikasi “Aura” dari Pusat yang mengintervensi. Sehingga kandidat yang lain lebih baik diam, mundur selangkah,bukan berati kalah,”istilah orang Thionghoa.
Enggannya kader Golkar senior dan kader Golkar di Kabupaten Kota membuat statmen, tahu sama tahu lah bang. Musda Golkar Kepri tetap berjalan, Namun diam tapi gerak meskipun berseberangan.
Makna ini dalam, bahkan ada apa dengan Musda V Ketua DPD Golkar Kepri ?
Konon, beredar kabar, nama kandidat sudah ada tertulis jauh-jauh hari. Bahkan dikalangan internal Golkar Kepri-pun sudah mengetahui, namun mereka senyap tanpa kata.
Pemilihan jelang Musda V Ketua DPD Golkar Kepri kali ini sangat menarik di cermati. Tak ada kegaduhan, penuh makna tersirat dalam pantauan dilapangan.
Strategis gerakan senyap di bawah tanah, menjadi tanda tanya publik.
Tegak lurus nama kandidat menjelang pemilihan Musda V ketua DPD Golkar Kepri tampaknya harus di hormati.
Semuanya itu, hanya ordal kader partai Golkar yang tahu.
Tak ada satupun anggota DPRD bisa menjelaskan kenapa kenapa “Sepinya calon kandidat ketua DPD Golkar Kepri ini pada terkesan kurang tertarik. Apakah ada intervensi..? atau dampak Efesiensi krisis kepercayaan Khirakhi.
Sungguh luar biasa peta perpolitikan di era gen Z saat ini. Buktinya, sekelas Musda V Ketua DPD Golkar Kepri, masih bisa terjadi ” Sepi dan Sunyi”.
Salah seorang warganet, Apul mengatakan, Kurangnya gereget kandidat Musda ketua Golkar Kepri di ikuti, diduga kurang ngopii, dan adanya intervensi” Canda Apul di kedai Kopi Rakyat, Senin Malam (20/4/2026).
Alah sudahlah, malas dengarnya pada tertawa semuanya hahaha..
Yang jelas, Musda V Golkar Kepri besok sukses dan tenanglah. Musda V Kepri tak seperti Medan rusuh.
Kali ini berbeda, Tenang dan senyap.
Yaaah …namanya juga politik, tingal maunya seperti apa nantinya kedepan. Apakah kader Golkar Kepri 2029 bisa merebut di legislatif terbanyak atau tidak.
Apalagi ketua Umum Golkar Bahlil tengah di goyang dan di obok-obok di kondisi saat ini.
Jangan sampai, Golkar terpecah dua seperti di zaman Papa Minta Saham, lalu ada drama tabrakan tiang segala ceritanya. (*)

